KOMUNIKASI : SARANA MEMBANGUN HUBUNGAN YANG BENAR

Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya,
dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! (Ams.15:23)
KOMUNIKASI adalah hal yang sangat penting untuk membangun sebuah hubungan di antara manusia. Tuhan menciptakan berbagai-bagai bahasa supaya setiap suku dan bangsa dapat berkomunikasi dengan bahasa mereka masing-masing dan dapat bekerjasama dalam membangun kehidupan mereka di dunia ini. Demikian halnya kita yang ada di sini, dalam membangun persekutuan dan pelayanan gereja seharusnya komunikasi merupakan sarana utama yang harus kita lakukan. Persekutuan dimaksudkan Allah agar kita dapat saling mendorong dan bertumbuh dalam kehidupan Kristen. Oleh karena itu komunikasi adalah sarana utama kita untuk bisa memberitahukan maksud, tujuan dan kehendak kita maupun kehendak Tuhan dalam kehidupan bergereja.
Amsal di atas bersatelit200kata tentang bagaimana jawaban perkataan seseorang yang tepat pada waktunya dapat menyukacitakan orang lain. Tentu saja ada pertanyaan atau pernyataan terlebih dahulu sebelum muncul jawaban dari seseorang, artinya inilah yang disebut dengan interaksi dalam berkomunikasi. Tanpa komunikasi hubungan akan terputus dan lama-kelamaan hilang. Komunikasi yang kurang jelas juga akan membawa masalah dalam hidup kita. Kesalahpahaman, salah pengertian, kemarahan dan kehancuran dapat terjadi karena tidak adanya/kurangnya komunikasi atau komunikasi yang tidak jelas.

Di era globalisasi seperti sekarang ini, komunikasi merupakan faktor terpenting dalam keberhasilan dan kesuksesan seseorang. Mungkin seseorang memiliki skill [ketrampilan] dan knowledge [pengetahuan] yang kurang, tapi jika ia menguasai komunikasi maka ia akan sukses dalam usahanya. Demikian sebaliknya sepandai apapun dia jika kurang dalam hal berkomunikasi maka ia tidak akan sesukses orang yang fasih dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, persekutuan jemaat adalah sarana untuk belajar berkomunikasi satu dengan yang lain. Seringkali masalah gereja dan pelayanan terjadi, karena gembala/pelayan Tuhan kurang komunikasi. Mungkin juga karena orang-orang yang dipercaya untuk melayani tidak melakukan komunikasi dengan baik sehingga banyak konflik dan kesalahpahaman terjadi. Jadi mari belajarlah berkomunikasi. Latihlah dirimu berbicara dan mengemukakan pendapat serta ide-ide sehingga Anda bisa lancar dalam berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain.
Teruslah melakukan komunikasi dalam berkoordinasi satu dengan yang lain antar tubuh Kristus atau antar anggota jemaat. Jika mendengar berita, jangan langsung berkomentar sebelum tahu dari sumbernya sehingga kita tidak salah dalam menilai orang. Tetapi pastikan terlebih dahulu melalui komunikasi yang baik. Ada kemungkinan informasi dari seseorang itu bukan fakta yang sebenarnya yang terjadi. Jangan mudah percaya dengan perkataan seseorang tentang orang lain atau sebuah peristiwa. Pastikan Anda berkomunikasi terlebih dahulu dengan yang bersangkutan atau sumbernya sehingga tidak ada kesalahpahaman, atau gosip bahkan fitnah yang terjadi. Namun demikian ada juga bagian kita masing-masing untuk tidak perlu tahu urusan orang lain. Kita memiliki bagian sendiri-sendiri dalam hidup ini. Kadang ada seseorang yang memiliki sifat ingin mengetahui semua informasi dan segala sesuatu tentang orang lain atau bahkan kalau bisa ia bisa mengerti semua informasi tentang seluruh jemaat bahkan seluruh dunia. Ia ingin mengetahui tentang keuangan gereja, keberadaan gembala setiap hari, ada hubungan-hubungan apa orang ini dengan orang itu, apa masalah yang ada dalam pelayanan, … dsb, seolah-olah ia bisa menampung semua informasi tersebut dan ia bangga memberitahukan ke orang lain karena ia lebih tahu duluan. Biasanya orang yang memiliki sifat seperti ini adalah “biang gosip” dan sumber masalah bagi banyak orang. Puji Tuhan jika di antara kita tidak ada yang kedapatan seperti itu.
Namun yang perlu Anda ketahui sekarang adalah bahwa jika Anda gagal membangun komunikasi dengan orang lain maka Anda sedang gagal meraih kesuksesan. Jika Anda bermasalah dengan komunikasi maka Anda sedang membuat masalah dengan orang lain dan hidup Anda sendiri. Jika Anda terlalu “menjaga jarak” dengan orang lain maka kemungkinan besar Anda akan banyak mengalami masalah baik masalah psikologi maupun masalah sosial. Hal itu terjadi secara tidak sengaja, karena apa yang pernah dialami di waktu dulu sehingga sulit berhubungan dengan orang lain atau “kaku” dalam berhubungan dengan orang lain. Terlalu minder atau bahkan terlalu menjaga hatinya agar tidak tersinggung akan membuat Anda menjadi seorang introvert atau tertutup yang cenderung takut untuk berbicara dengan orang lain atau takut jika berbicara salah atau bahkan merasa bahwa berbicara dengan orang lain tidak ada gunanya dan justru menambah masalah. Orang yang sombong juga memilih-milih untuk berkomunikasi dengan orang lain. Ini juga berbahaya bagi kelangsungan hidup persekutuan dan kehidupan bertetangga. Orang yang sombong tidak suka jika harus mendengar perkataan orang, ia selalu menjadi orang yang harus berbicara dan orang lain mendengarkan dia. Ini juga sebuah komunikasi yang salah.
Demikian halnya hubungan Anda dengan Tuhan akan terputus jika Anda tidak berkomunikasi lewat doa sebagai sarana yang diberikan Tuhan bagi orang percaya, hubungan suami-istri, orangtua-anak, hubungan saudara, teman, tetangga dan antar jemaat akan sangat terganggu juga jika Anda tidak berkomunikasi. Jangan menunggu orang mengajak bicara lebih dahulu baru Anda mau berbicara, jangan menunggu orang lain sms atau menelfon Anda baru Anda menjawabnya. Seorang Kristen yang baik apalagi dewasa, ia pasti dengan senang hati dan antusias berbicara terlebih dahulu, menyapa terlebih dahulu, sms atau call terlebih dahulu kepada orang lain. Inilah komunikasi yang aktif yang Tuhan inginkan untuk dilakukan oleh setiap anak-anak-Nya. Perintah “beritakanlah Injil” saling membangun, saling berbagi dan mengasihi pasti dimulai dari membangun komunikasi dengan orang lain. Dan kita telah memiliki sarana pembelajaran untuk bisa berkomunikasi dan berbicara dengan baik yaitu dalam persekutuan atau komunitas jemaat. Di sinilah tempat kita dididik dan belajar berbicara. Jadi mari kita terus meningkatkan cara komunikasi kita agar perkataan kita menjadi sarana dalam membangun kehidupan pelayanan kita dan banyak orang mengenal Tuhan. GBU All.

Sumber:GBI SEDAYU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s