BERCERITA

Manusia mudah belajar melalui mendengar dan melihat sebuah cerita.  Dalam cerita terjadi peristiwa yang menarik: kita bisa melihat orang lain, pengalaman masa lalu dan belajar dari KisahnyaP8300034

BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN CERITA?

Banyak guru ‘gagal’ dalam bercerita karena mereka kurang menyediakan waktu untuk menyiapkan sebuah cerita, Kadang-kadang guru malas menggali, belajar bercerita bahkan membuat ceritanya. Kita tahu banyak halangan yang terjadi, seperti: sakit, lelah, banyak pekerjaan di rumah, kedatangan tamu, dsb. Akhirnya kita kurang berhasil mengenal dan menguasai cerita yang akan kita sampaikan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita mempersiapkan bahan cerita:

1. Bacalah bahan/cerita yang akan kita sampaikan kepada anak

2. Pahami isi secara, apa garis besarnya, apa tujuanya dan Pesan apa yang akan di

sampaikanya.

3. Memperhatikan tokoh dalam cerita yang akan kita bawakan dengan detail, seperti:

jenis kelaminnya, bentuk badannya, rupanya, peranya.

4. Memperhatikan tempat/setting dalam cerita: di tempat atau di jalan mana terjadi, di

kota atau di desa, di padang belantara atau di jalan yang sunyi, di sungai, di goa, di

bukit, di Laut dll.

5. Waktu kejadian: pagi, siang, sore, malam hari atau dini hari. Tempat dan waktu

kejadian ini akan mewarnai  cerita sehingga cerita menjadi lebih hidup seperti sebuah

film yang sedang diputar di hadapan anak-anak.

6. Cari/buat cerita yang sesuai dengan umur anak-anak.

7. Memperhatikan peristiwa/kegiatan yang terjadi dalam cerita. Untuk guru pemula hal

ini sangat penting untuk lebih mempermudah mengingat jalannya cerita. Kita dapat

menggarisbawahi setiap kata kerja yang ada dalam bahan yang akan kita sampaikan

untuk mempermudah menghafal dan mengapresiasikan kepada anak-anak.

8. Menghayati cerita. Hal ini diperlukan latihan berulang-ulang. Kita butuh konsentrasi

dan bila perlu menutup mata untuk membayangkan peristiwa itu terjadi di depan

mata. Dengan demikian kita menyampaikan cerita, seolah-olah kitalah saksi mata

dalam cerita tersebut.

9. Menetapkan tujuan dan metode. Kita harus menetapkan tujuan cerita yang kita

sampaikan berikut metode yang akan kita gunakan dalam menyampaikan cerita

tersebut. Satu cerita bisa jadi memiliki beberapa tujuan, tetapi guru harus menetapkan

satu tujuan saja.

10. Membuat aplikasi/penerapan. Tujuan yang telah kita tetapkan tadi perlu disampaikan

dengan satu atau beberapa kalimat agar dapat diterapkan dalam kehidupan anak

sehari-hari.

Oleh : Kak Pujianto

TEHNIK BERCERITA

Mengawali Cerit

Agar sebuah cerita menjadi menarik bagi anak-anak, perlu diperhatikan bagaimana guru mengawali cerita tersebut. Awal cerita merupakan penentu apakah anak akan tertarik dan mengikuti cerita selanjutnya.

Berikut ini ada beberapa cara mengawali cerita, yaitu :

  1. Awali cerita dengan gaya yang lucu…
  2. Awali cerita dengan kejadian yang sedang On/semarak
  3. Awali cerita dengan Pertanyaan.
  4. Tujuan cerita dapat menjadi permulaan cerita
  5. Dengan alat peraga.
  6. Dengan cerita ilustrasi
  7. Pancing dengan Hadiah
Hal-hal yang perlu dihindari dalam memulai sebuah cerita

Menceritakan cerita yang sering di ceritakan dengan alur yang sama

( Misalnya Si kancil nyolong mentimun….kalau biasanya petaninya dulu yang di seritakan, saat ini mukin dari se ekor kancilnya

Bagaimana Mengakhiri Cerita

Bagian terakhir cerita adalah penutup. Bagian ini seringkali dilewatkan oleh guru. Biasanya guru hanya sampai pada klimaks cerita tetapi lupa mengakhirinya. Biasanya penutup terdiri dari beberapa kalimat saja. Penyelesaian penting sekali karena anak harus dipuaskan.

Trik-trik agar cerita lebih hidup dan menarik
–                                 Gunakan imajinasi dan kreasi kita untuk melihat kebutuhan anak saat ini.
–                                 Buatlah cerita Lama menjadi tampak baru bagi anak-anak ( dengan alur yang
berbeda )
–                                 Menyembunyikan nama-nama tokoh dalam cerita ( Biasanya cerita legenda )
–                                 Gunakan “flash back”

–     Gunakan Simulasi selama cerita

–     Melibatkan anak-dalam cerita itu

–     Menggunakan alat bantu/Alat peraga

@. Flas card

@  Boneka

@  Sulap

@  Barang yang ada

@  Dengan Game

Trik membuat anak tenang selama bercerita

–          Gunakan “bom kejutan” di tengah cerita, bila anak-anak kelihatan tidak memperhatikan cerita lagi

–          Jadikan anak yang suka membuat keributan sebagai ketua kelompok

–          Gunakan alat peraga.

Prinsip-prinsip dalam bercerita
  1. Jangan biarkan anak/pendengar asik mencatat.
  2. Jangan membawa buku pegangan karena berkesan guru kurang persiapan.
  3. Gunakan bahasa/istilah sesuai dengan tingkat umur anak yang diajar sehingga mudah dimengerti anak.
  4. Jangan memberikan aplikasi/penerapan untuk dilakukan anak, lebih dari satu dari sebuah cerita yang disampaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s